Pernafasan secara harafiah berarti pergerakan oksigen (O2) dari atmosfer menuju ke sel dan keluarnya karbon dioksida (CO2) dari sel ke udara bebas. Pemakaian oksigen dan pengeluaran karbondioksida diperlukan untuk menjalankan fungsi normal sel dalam tubuh.
Saluran penghabtar udara yang membawa udara ke dalam paru adalah hidung, faring, laring, trachea, bronkus dan bronkiolus. Ketika udara masuk ke rongga hidung, udara disaring, dihangatkan dan dilembabkan oleh mukosa respirasi yang teridiri dari epitel thoraks bertingkat, bersilia, dan bersel goblet. Partikel debu yang kasar disaring oleh rambut-rambut yang terdapat dalam lubang hidung, sedangkan partikel yang halus akan terjerat dalam lapisan mukus. Gerakan silia mendorong lapisan mukus ke posterior di dalam rongga hidung, dan ke superior di dalam system pernafasan bagian bawah menuju ke faring. Dari sini partikel halus akan tertelan atau dibatukkan keluar. Lapisan mukus memberikan air untuk kelembaban, dan banyaknya jaringan pembuluh darah di bawahnya akan meyuplai panas ke udara inspirasi. Jadi udara insprasi telah disesuaikan sedemikian rupa sehingga udara yang mencapai faring hampir bebas debu, bersuhu mendekati suhu tubuh, dan kelembabannya mencapai 100%.
Tampilkan postingan dengan label Sistem Pernafasan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sistem Pernafasan. Tampilkan semua postingan
Kamis, 16 April 2009
Langganan:
Postingan (Atom)